Tekhnik Jitu Mengelola Keuangan Keluarga
Ditulis oleh lianatown di/pada November 1, 2008
Pada awal menikah, seringkali terjadi para pasangan baru ini mengalami kesulitan dalam hal pengelolaan keuangan keluarga, yang mengakibatkan cash flow di akhir bulan sering mengalami defisit. Padahal dalam sebuah keluarga yang terdiri dari istri, suami, dan anak-anak merupakan unit terkecil dari sebuah pengelolaan keuangan. Coba bandingkan dengan pengelolaan keuangan sebuah perusahaan, tentulah lebih banyak variabel yang akan terlibat didalamnya. Namun demikian secara prinsip, pengelolaan keuangan keluarga dengan perusahaan kuranglebih hampir sama.
Berikut ini pengelolaan keuangan keluarga yang sudah tertata dengan baik dan disertai dengan perencanaan yang lebih matang:
- Buatlah Perencanaan Keuangan untuk Satu Tahun KedepanSeperti pada perusahaan, cobalah membuat rencana anggaran untuk 1 tahun kedepan yang di bagi-bagi (breakdown) secara bulanan. Sebaiknya dalam menyusun perencanaan tersebut dipisahkan antara sumber dana (pemasukan) dan penggunaan dana (pengeluaran).Berikut ini beberapa pos yang perlu diperhatikan dalam penyusunan keuangan:
- Pisahkan Sumber & Penggunaan Dana Anda.Sebaiknya sudah ditentukan darimana saja sumber dana itu, apakah hanya dari gaji bulanan (jika pegawai), ataukah dari sumber lain diluar dari gaji. Tapi pastikan dalam menentukan sumber dana ini adalah yang sudah pasti akan diterima saja. Sementara jika ada sumber dana yang tidak terduga datangnya, bisa kita jadikan dana cadangan.Dalam hal penggunaan dana sebaiknya dipantau dengan ketat dan penuh disiplin. Ini untuk menghindari terjadinya penggunaan dana yang tidak semestinya dan diluar dari pos-pos yang telah kita buat sebelumnya.
a). Biaya operasional adalah biaya yang memang harus kita keluarkan setiap bulan dan tidak bisa ditunda-tunda. Jenis kebutuhan ini antara lain: listrik, air, transport, kebutuhan bahan pokok (makan nan), dll.
b). Biaya pengembangan adalah biaya yang dileluarkan dalam rangka meningkatkan kemampuan (kompetensi) dan karir anggota keluarga, seperti: les komputer, bahasa Inggris, les music, dll.
c). Biaya sosialisasi, seperti sumbangan jika ada teman/keluarga yang menikah, meninggal dunia, kegiatan arisan, dll.
d). Biaya cadangan. Biaya cadangan ini sangat diperlukan untuk menutupi kebutuhan-kebutuhan yang tak terduga. Seringkali keuangan kita terbatas, sehingga dalam pos yang satu ini sering tidak ada dana yang tersedia.
Pembagian pos-pos tersebut diatas bisa dengan menggunakan amplop-amplop terpisah (jadi ingat masa lalu nih), ataukah dengan menggunakan rekening bank yang terpisah. Tentu saja masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan menggunakan rekening bank, kita jadi terkkontrol untuk tidak dengan mudah menggunakan keuangan diluar dari pos-pos yang sudah ditentukan, sementara jika menggunakan amplop kita bisa dengan mudah mengambilnya.
Jadi diharapkan dengan adanya pengelolaan keuangan yang baik dan cukup fleksibel, suami isteri dapat lebih fokus pada perkembangan karir dan pekerjaan masing-masing, sehingga dapat memberikan perhatian yang lebih pada perkembangan pendidikan anak-anak.
Bagaimana dengan Anda sendiri dalam mengelola keuangan keluarga ini?
Yang ini baca juga ya :
Mengelola Keuangan dengan Baik;Memperkuat Tali Pernikahan
Mengapa Kita Bertengkar karena Masalah Keuangan?